Church Life

Kumpulan Renungan Adven 2025 dari Christianity Today

Seluruh bacaan renungan Adven tahun ini.

Christianity Today November 26, 2025

Masa Natal telah tiba dengan segala kemegahannya, namun malam ini saya mengalami salah satu malam di mana tidur menjadi ambisi yang mustahil. Beban dunia ini menekan jiwa saya, dan jarum jam analog saya yang berdetak telah berubah menjadi gemuruh yang memekakkan telinga. Bagi saya, lebih baik mengakui kekalahan dan melepaskan harapan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Saya melangkah pelan di lorong yang remang remang, berusaha menjaga langkah agar tetap pelan saat pohon Natal akhirnya terlihat dari sudut ruangan. Saya melirik ke arah hiasan dan lampu yang terjalin di antara jarum pinus dalam keadaan diam, masih berkilau dengan indah dari malam sebelumnya. Bahkan di saat yang sedih ini, pohon Natal itu berhasil membawa senyuman tipis di wajah saya yang mengantuk.

Tentu saja, ini adalah jam-jam sebelum fajar, saat segalanya tampak lebih gelap dan sunyi daripada waktu lain dalam sehari. Saya duduk di ruangan yang kami sebut perpustakaan, dan memandang melalui jendela kaca, saat sinar pagi pertama mengumumkan kedatangannya. Meskipun mata saya lelah dan kabur, pikiran saya tetap waspada seperti 5 biasa. Saat saya duduk di hadapan Tuhan dalam keheningan, Dia memberi saya pengingat yang sangat dibutuhkan di masa Natal: Kisah saya tidak selalu seperti yang terlihat. Terkadang tampak lebih gelap dan sunyi. Terkadang terasa seperti tersesat di hutan bayangan dan gambar gambar yang samar. Yang saya pelajari adalah bahwa inilah saat-saat sebelum fajar dalam hidup saya.

Adven punya cara sendiri untuk mengingat kan kita akan kebenaran yang gelap namun ilahi ini setiap tahun. Pada jam-jam tergelap malam, kita hanya beberapa saat lagi dari terang pagi, cahaya yang tak pernah gagal untuk datang, dan menyambut kita ke dalam belas kasihan Tuhan yang abadi.

Kisah-kisah yang akan Anda baca berisi potret-potret nyata dari umat manusia, yang terbenam dalam pekatnya kegelapan yang menyakitkan, dan kelahiran terang baru yang penuh warna—dua realitas yang meresap dan membentuk keberadaan kita. Ini adalah narasi narasi yang jujur dan terbuka dari pria dan wanita yang bersaksi tentang penyingkapan Kristus, yang kedatangan-Nya seperti cahaya yang paling terang yang menembus kegelapan yang paling kelam.

Harapan saya adalah saat Anda merenungkan kisah-kisah pribadi tentang kegelapan dan terang ini, Anda diingatkan akan momen-momen sebelum fajar dalam hidup Anda sendiri, dan bersukacita dalam terang yang tak pernah gagal untuk datang dalam pengharapan dan kemuliaan.

Kristus Telah Lahir!

Ronnie Martin adalah direktur perawatan dan pembaruan di Harbor Network dan pendeta residen di Redeemer Community Church di Bloomington, Indiana.

Klik di sini dan unduh renungan Natal kami secara gratis.

Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

Untuk diberi tahu tentang terjemahan baru dalam Bahasa Indonesia, ikuti kami melalui emailFacebookTwitterInstagram, atau Whatsapp.

Our Latest

News

Wafat: Chuck Norris, Ikon Maskulinitas Amerika yang Kembali kepada Iman

Cody Benjamin

Bintang film laga ini melambangkan citra pertarungan yang jelas antara pihak yang baik dan jahat.

Kehancuran Tidak Memiliki Kata Terakhir

Cory Wilson

Kebangkitan adalah pernyataan bahwa kematian tidak dapat menahan Yesus karena memang kematian tidak mampu menahan-Nya.

Laetare!

Jonathan Pennington

Tema menemukan sukacita sekalipun di tengah dukacita berada di inti dari visi Kristen tentang kehidupan.

Salib di Zaman ‘Kekacauan Spiritual’

J. D. Peabody

Karya teolog abad ke-20, P.T. Forsyth, mengingatkan umat Kristen saat ini untuk menempatkan salib di depan dan dunia di belakang.

Kasih yang Tak Akan Melepaskan

Simon Chan

Maria Magdalena berpegang teguh pada Kristus yang bangkit dan pergi untuk bersaksi.

Kita Bukan Kuda Pekerja

Xiaoli Yang

Dalam budaya yang menjunjung tinggi kekuasaan, Amsal 21:31 mengubah makna kekuatan dan kemenangan bagi orang Kristen Tionghoa.

Mencari Kemakmuran dengan Benar selama Perayaan Tahun Baru Imlek

Tidaklah salah untuk merayakan berkat yang kita terima. Namun para teolog dan pendeta Asia memberikan nasihat tentang bagaimana melakukannya dengan cara yang alkitabiah dan berkenan kepada Allah, di tengah tradisi angpao merah dan ucapan-ucapan selamat.

Apple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squareGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastprintRSSRSSSaveSaveSaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube