Apa yang Membuat ‘Epifani’ Ini Penting?

Wahyu unik dari masa Adven bagi semua orang

Christianity Today December 26, 2023
Phil Schorr

Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Matius 2:10-11

Kisah orang-orang majus, sebagaimana Matius menyebutnya, memiliki nuansa misteri dan sukacita tersendiri, dan kisah tersebut telah lama dirayakan oleh umat Kristen pada hari raya khusus yang disebut Epifani. Kata Yunani epipháneia berarti “bersinar” atau “penampakan yang jelas.” Tentu saja, Alkitab penuh dengan epifani-epifani yang luar biasa: Semak duri yang terbakar yang membuat Musa menoleh dan bertemu dengan Tuhan adalah sebuah epifani; penglihatan Yesaya di pasal 6 tentang “Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang” adalah sebuah epifani; langit yang terbuka pada saat Yesus dibaptis juga merupakan sebuah epifani. Jadi bagaimana momen khusus dalam Injil Matius ini dapat disebut sebagai Epifani? Jawabannya terletak pada fakta bahwa peristiwa ini sangat penting bagi kita yang berasal dari keturunan bukan Yahudi—yaitu orang-orang yang tidak dilahirkan sebagai bangsa Yahudi yang merupakan bangsa mula-mula yang dipilih Allah.

Terkadang, membaca Perjanjian Lama terasa seperti mendengar sejarah panjang keluarga orang lain, dan itu membuat Anda bertanya-tanya apa hubungannya dengan Anda. Namun kemudian tiba-tiba Anda mendengar nama Anda sendiri dan menyadari bahwa ini adalah kisah Anda juga. Inilah yang terjadi pada saat orang-orang majus menjumpai Yesus, yang masih kanak-kanak. Hingga saat itu, kisah kedatangan Mesias hanya terbatas untuk bangsa Israel, umat perjanjian, tetapi di sini tiba-tiba dan secara misterius, orang-orang yang bukan Yahudi telah memahami bahwa kelahiran Dia juga adalah kabar baik bagi mereka dan mereka pun membawa hadiah yang tepat untuk-Nya. Inilah sebuah epifani, sebuah penyingkapan, bahwa kelahiran Kristus bukanlah satu langkah kecil untuk sebuah agama lokal, melainkan sebuah lompatan besar bagi seluruh umat manusia. Yesus adalah untuk kita semua, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi!

Saya menyukai bagaimana orang-orang majus ini secara tradisional digambarkan sebagai representasi berbagai ras, budaya, dan bahasa di dunia ini. Saya menyukai bagaimana dunia ini, dengan segala keragamannya, digambarkan dalam karakter orang majus yang tekun dan penuh sukacita. Mereka “menyelidiki dengan seksama,” tetapi "sangat bersukacitalah” mereka. Saya menyukai cara mereka mengikuti sebuah bintang, membiarkan bintang tersebut menuntun mereka menuju sesuatu yang melampaui bintang itu sendiri. Berikut adalah sebuah soneta yang mencoba sedikit mengungkapkan tentang bagaimana cerita ini bermakna bagi kita:

Mungkin ini hanyalah kisah orang lain, Sejumlah orang pilihan yang mendapatkan raja istimewa. Kita biarkan saja mereka menikmati kemuliaan mereka sendiri, Kita tidak termasuk, itu tidak berarti apa-apa. Akan tetapi ketika tiba tiga orang ini mereka membawa kami bersamanya, Seperti kita, mereka bukan orang Yahudi, kebijaksanaan mereka mungkin menjadi milik kita juga; Sebuah langkah mantap yang menemukan ritme batin, Mata peziarah yang melihat melampaui bintang-bintang. Mereka tak mengetahui nama-Nya tetapi mereka tetap mencari Dia, Mereka datang dari tempat yang jauh tetapi tetap mereka menemukan-Nya; Di tempat-tempat kudus mereka menemukan orang-orang yang menjual dan membeli Dia, Tetapi di kandang kotor, di tanah kudus mereka menemukan-Nya. Keberanian mereka memberi jawaban bagi hati yang selalu mencari Untuk mencari, menemukan, menyembah, dan bersukacita. Soneta ini, “Epiphany,” dikutip dari Sounding the Seasons (Canterbury Press, 2012), dan digunakan seizin penulisnya.

Renungkan



Kombinasi dari ketekunan dan sukacita yang ditunjukkan oleh orang-orang majus sangatlah luar biasa. Dengan merenungkan teladan mereka, bagaimana kita dapat memupuk keseimbangan antara ketekunan mencari dan sukacita dalam pengejaran kita akan Kristus?

Malcolm Guite adalah mantan chaplain dan Life Fellow di Girton College, Cambridge. Ia mengajar dan memberi kuliah tentang teologi dan literatur.

Untuk diberi tahu tentang terjemahan baru dalam Bahasa Indonesia, ikuti kami melalui email, Facebook, Twitter, atau Instagram.

Our Latest

News

Philip Yancey Mengaku Selingkuh, Mundur dari Pelayanan

Philip Yancey mengatakan bahwa ia akan pensiun dari pelayanan sebagai pembicara dan menulis serta berdukacita atas “kehancuran yang telah saya sebabkan.”

Ringkasan Penelitian: 6 Poin Penting tentang Manfaat Bersyukur

Stefani McDade

Semakin banyak akademisi yang mempelajari praktik mengucap syukur. Inilah yang mereka sampaikan.

Bersyukur Mengubah Keinginan Kita

Kent Dunnington dan Ben Wayman

Orang Kristen menyembah Pemberi yang aneh, yang mengaruniakan pemberian-pemberian yang aneh dengan cara yang aneh.

Air mata Natal

Jonah Sage

Kehidupan Yesus dimulai dan diakhiri dengan air mata, supaya melalui kebangkitan, hari-hari kita yang penuh air mata akan dihitung.

Tak peduli betapa pun gelapnya

Russ Ramsey

Betapa pun gelapnya dunia ini, kita dikenal dan diperhatikan oleh Allah yang menciptakan kita dengan begitu ajaib dan mengetahui kebutuhan kita yang terdalam.

Undangan untuk percaya

Barnabas Piper

Ketika seorang peragu yang sedang bergumul lalu membawa keraguannya kepada Yesus dan meminta pertolongan, Yesus tidak menolak atau menghakimi dia atas pergumulannya.

Apple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squareGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastRSSRSSSaveSaveSaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube