Church Life

Tak peduli betapa pun gelapnya

Betapa pun gelapnya dunia ini, kita dikenal dan diperhatikan oleh Allah yang menciptakan kita dengan begitu ajaib dan mengetahui kebutuhan kita yang terdalam.

Christianity Today November 30, 2025
Illustration by Jill DeHaan

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya (Mzm. 139:13–14).

Saya menghabiskan ulang tahun saya yang ke-40 di rumah sakit. Ini bukan rencana saya. Demam menyebabkan saya pergi ke dokter. Kunjungan ke dokter mengarah pada tes darah. Tes darah lalu berujung pada panggilan telepon yang memberitahu saya untuk pergi ke ruang gawat darurat; mereka sedang menunggu saya.

Hari pertama di rumah sakit sangat kacau. Hari kedua dipenuhi dengan berbagai tes dan pemeriksaan radiologi. Hari ketiga, hari ulang tahun saya, akhirnya saya mulai bisa tenang. Saya menghabiskan sebagian besar hari itu menunggu hasil tes saya keluar sehingga dokter dapat menentukan cara merawat saya. Saya menelepon istri dan memintanya untuk membawa anak-anak.

Setelah saya menutup telepon, seorang dokter bedah jantung—seseorang yang belum pernah saya temui sebelumnya tetapi yang kelak akan memegang jantung saya di tangannya— datang berkunjung. Ia memberi tahu saya bahwa mereka telah menemukan masalah pada ekokardiogram saya dan menjelaskan bahwa saya berada pada tahap awal gagal jantung dan akan memerlukan operasi jantung terbuka.

Ini pertama kalinya kata-kata itu diucapkan kepada saya. “Kapan?” tanya saya. Dia berkata, “Dalam beberapa minggu, setelah kami berhasil mengendalikan infeksi Anda.” Sekitar jam makan malam, saya mendapati diri saya sedang mengganti-ganti saluran televisi. Sendirian. Bergumul. Tersesat.” Sungguh ulang tahun yang indah,” kata saya miris dalam hati. ”Tidak apa-apa. Kamu akan baik-baik saja.”

Lalu terdengar ketukan di pintu kamar saya. Seorang wanita Afrika-Amerika yang tua mengintip masuk dan berkata, “Saya membawa makan malam untukmu.” Saat dia meletakkan nampan di atas meja di samping saya, dia melihat nomor di gelang identitas saya dan menanyakan nama dan tanggal lahir saya. Saya mengucapkan keduanya seperti yang saya sudah lakukan ratusan kali di minggu itu. Dia mengangguk, berbalik hendak pergi, lalu berhenti. “Tunggu,” katanya. “Hari ini ulang tahunmu?” “Ya,” jawab saya.

Dia menegakkan tubuhnya, berbalik menghadap saya, dan meletakkan telapak tangan kanannya di atas tangan kirinya—sebuah gambaran kewibawaan dan ketenangan. Dan kemudian, saat hanya kami berdua di ruangan itu, dia mulai bernyanyi untuk saya:

S’lamat ulang tahun.
S’lamat ulang tahun.
S’lamat ulang tahun, Tuan Ramsey.
S’lamat ulang tahun.

Saya pun menangis.

Hari itu sungguh gelap. Saya merasa hidup saya sedang berada di ujung tanduk, dan memang demikian. Dan dengan gestur yang begitu sederhana, wanita baik hati itu menjadi cahaya. Dia tidak mengenal saya. Dia tidak tahu apakah saya baik atau jahat, lembut atau kasar, jujur atau pembohong. Dia hanya tahu bahwa karena saya dirawat di rumah sakit pada hari ulang tahun saya, saya mungkin merasa sedikit tersesat. Saya berarti baginya.

Adven mengingatkan kita bahwa betapa pun gelapnya dunia ini, kita dikenal dan diperhatikan oleh Allah yang menciptakan kita dengan begitu ajaib serta mengetahui kebutuhan kita yang terdalam—yang dipenuhi-Nya dengan sempurna melalui pemberian Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus.

Russ Ramsey adalah pendeta di Christ Presbyterian Church di Nashville, Tennessee, dan penulis beberapa buku, termasuk Van Gogh Has a Broken Heart.

Klik di sini dan unduh renungan Natal kami secara gratis.

Our Latest

Kelalaian Besar dalam Menjalankan Amanat Agung

Dengan jadwal yang padat, kelompok kecil yang penuh obrolan, dan saat teduh yang dipersonalisasi, kita telah mengabaikan kedisiplinan dalam mempelajari Alkitab.

Keteguhan Hati Kristus

Darrell L. Bock

Hal yang dapat kita pelajari dari penangkapan dan pengadilan Yesus tentang menghadapi penolakan.

Hamba yang Menderita Hanya Dapat Dipahami dalam Konteks Tritunggal

Doktrin Kristen yang historis dapat menolong kita untuk melihat kebaikan Allah dalam peristiwa Jumat Agung

Minyak Narwastu Maria Menuntun Kita kepada Salib

John D. Witvliet

Tindakannya yang luar biasa itu menjadi teladan pengabdian yang sepenuh hati.

News

Wafat: Chuck Norris, Ikon Maskulinitas Amerika yang Kembali kepada Iman

Cody Benjamin

Bintang film laga ini melambangkan citra pertarungan yang jelas antara pihak yang baik dan jahat.

Kehancuran Tidak Memiliki Kata Terakhir

Cory Wilson

Kebangkitan adalah pernyataan bahwa kematian tidak dapat menahan Yesus karena memang kematian tidak mampu menahan-Nya.

Laetare!

Jonathan Pennington

Tema menemukan sukacita sekalipun di tengah dukacita berada di inti dari visi Kristen tentang kehidupan.

Salib di Zaman ‘Kekacauan Spiritual’

J. D. Peabody

Karya teolog abad ke-20, P.T. Forsyth, mengingatkan umat Kristen saat ini untuk menempatkan salib di depan dan dunia di belakang.

addApple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseellipseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squarefolderGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastprintremoveRSSRSSSaveSavesaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube