Kontras Antara Dua Ibu

Bagaimana Maria & Elizabet mengagungkan Tuhan melalui sukacita mereka bersama

Christianity Today December 20, 2023
Phil Schorr

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ”Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.”

Lukas 1:39-42

Seringkali ketika kita mendapati diri berada dalam masa kehidupan yang mirip dengan orang-orang di sekitar kita, kita memperhatikan bagaimana mereka menghadapi situasi mereka dibandingkan dengan situasi kita. Hal ini bisa berupa masa berpacaran di SMA, musim pernikahan yang dimulai saat kuliah dan berlanjut hingga dekade berikutnya, dan terutama di masa melahirkan anak. Dalam kehidupan kita, persaingan mungkin merupakan hal yang wajar dalam perbandingan ini, tetapi dalam catatan Injil Lukas, hal tersebut sepenuhnya tertutupi oleh fokus pada kerajaan Allah yang akan datang.

Malaikat Gabriel memberitahu Maria bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki secara ajaib dan bahwa sepupunya, Elisabet, juga telah hamil di usia tuanya. Saat Maria mengunjungi Elisabet, pastilah kedua wanita itu sepenuhnya menyadari perbedaan situasi mereka. Aib Elizabet di antara bangsanya terhapus saat ia hamil; sedangkan aib Maria baru saja dimulai saat ia hamil. Putra Elizabet lahir melalui institusi pernikahan; sedangkan Putra Maria dikandung oleh Roh Kudus.

Ketegangan yang saya bayangkan dalam pertemuan ini semakin diperkuat dengan Magnificat (nyanyian pujian Maria). Dengan kedatangan Kristus yang akan segera hadir ke dalam dunia, nyanyian pujian Maria menggambarkan kerajaan seperti apa yang ingin Dia dirikan. Ini adalah Kerajaan yang akan merombak norma-norma masyarakat. Yang congkak akan dicerai-beraikan, yang kaya akan diusir dengan tangan hampa. Orang yang rendah hati akan ditinggikan dan orang yang lapar akan dikenyangkan dengan kebaikan. Jelas sekali ketika membaca Lukas bahwa Elisabet telah ditinggikan, dan Maria diangkat lebih tinggi lagi. Namun, bagi orang-orang sezamannya yang tidak paham, Elisabet memiliki hak untuk berbangga, sedangkan Maria tidak.

Betapa dapat dimengerti jika Maria hanya mencari tempat berlindung dalam pertemuan mereka, atau Elizabet hanya menawarkan belas kasihan kepada Maria. Mungkin mereka merasa canggung karena tidak mengakui perbedaan kondisi mereka saat mempersiapkan kelahiran yang akan datang.

Namun Lukas tidak mencatat adanya ketegangan atau kesedihan di antara kedua wanita itu. Yang ia catat adalah sukacita. Melampaui manifestasi lahiriah dari kehamilan mereka, kesamaan yang paling penting di antara keduanya adalah betapa besarnya mukjizat itu—bukti bahwa Tuhan hadir, aktif, dan sangat terlibat dalam diri kita. Seperti yang dikatakan Charles Spurgeon tentang Magnificat, “Oh, betapa kita seharusnya bersukacita di dalam Dia, berapa pun harga yang harus kita bayar untuk persatuan kita dengan Dia!”

Kegirangan Elizabeth dan nyanyian Maria membuat saya bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan yang mengharukan: Apakah mata saya memperhatikan gerakan-gerakan karya Tuhan meskipun hal itu bertentangan dengan apa yang dapat diterima secara sosial? Apakah saya akan bisa menyatakan bahwa seseorang diberkati meskipun itu membutuhkan kerendahan hati dalam keinginan saya yang terdalam?

Oleh karena Dia penuh belas kasih, maka jiwa saya harus bermegah dan roh saya bergembira. Saya ingin berseru dengan penuh sukacita di tengah perbedaan seperti halnya Elizabet, atau menyanyikan pujian di hadapan penganiayaan masyarakat seperti Maria—bukan karena ingin menjadi pembangkang, melainkan demi berfokus pada kemuliaan kerajaan Kristus yang akan datang.

Renungkan



Bagaimana perjumpaan antara Maria dan Elisabet menggugah kecenderungan kita untuk membandingkan diri kita dengan orang-orang lain dan bersaing dengan mereka?

Dengan cara apa Maria dan Elizabet menunjukkan kerendahan hati dan sukacita dalam menghadapi ekspektasi-ekspektasi dan norma-norma masyarakat?

Dorothy Bennett bergelar master di bidang teologi dan seni dari University of St Andrews. Saat ini ia mengelola sebuah perusahaan video marketing di Austin, TX.

Untuk diberi tahu tentang terjemahan baru dalam Bahasa Indonesia, ikuti kami melalui email, Facebook, Twitter, atau Instagram.

Our Latest

Kelalaian Besar dalam Menjalankan Amanat Agung

Dengan jadwal yang padat, kelompok kecil yang penuh obrolan, dan saat teduh yang dipersonalisasi, kita telah mengabaikan kedisiplinan dalam mempelajari Alkitab.

Keteguhan Hati Kristus

Darrell L. Bock

Hal yang dapat kita pelajari dari penangkapan dan pengadilan Yesus tentang menghadapi penolakan.

Hamba yang Menderita Hanya Dapat Dipahami dalam Konteks Tritunggal

Doktrin Kristen yang historis dapat menolong kita untuk melihat kebaikan Allah dalam peristiwa Jumat Agung

Minyak Narwastu Maria Menuntun Kita kepada Salib

John D. Witvliet

Tindakannya yang luar biasa itu menjadi teladan pengabdian yang sepenuh hati.

News

Wafat: Chuck Norris, Ikon Maskulinitas Amerika yang Kembali kepada Iman

Cody Benjamin

Bintang film laga ini melambangkan citra pertarungan yang jelas antara pihak yang baik dan jahat.

Kehancuran Tidak Memiliki Kata Terakhir

Cory Wilson

Kebangkitan adalah pernyataan bahwa kematian tidak dapat menahan Yesus karena memang kematian tidak mampu menahan-Nya.

Laetare!

Jonathan Pennington

Tema menemukan sukacita sekalipun di tengah dukacita berada di inti dari visi Kristen tentang kehidupan.

Salib di Zaman ‘Kekacauan Spiritual’

J. D. Peabody

Karya teolog abad ke-20, P.T. Forsyth, mengingatkan umat Kristen saat ini untuk menempatkan salib di depan dan dunia di belakang.

addApple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseellipseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squarefolderGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastprintremoveRSSRSSSaveSavesaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube