Natal Tanpa Ayah

Renungan Adven, 22 Desember 2022.

Kumpulan Renungan Adven 2022.

Kumpulan Renungan Adven 2022.

Christianity Today December 22, 2022
Stephen Crotts

Minggu 4: Imanuel


Saat kita berjalan menyelami peristiwa-peristiwa seputar Kelahiran Yesus, kita merenungkan Inkarnasi. Yesus—Allah yang Perkasa, Raja Damai, Terang Dunia—menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Seperti yang dinubuatkan Yesaya, Ia berarti ”Allah beserta kita.” Yesus adalah Imanuel.

Baca Matius 1:18–25

…dan Yusuf menamakan Dia Yesus. Matius 1:25b

Klaim ketenaran terbesar tentang Yusuf justru bukan pada siapa dia sebenarnya. Kita mengenalnya sebagai “bukan ayah yang sebenarnya” dari Yesus. Matius menekankan betapa kecilnya peran Yusuf dengan kisah penebusan yang sedang berlangsung, dari kehamilan Maria hingga lokasi kelahiran Kristus, hingga peristiwa-peristiwa yang menyebabkan keluarga itu melarikan diri ke Mesir.

Kitab Suci juga menunjukkan dengan sangat jelas Yusuf yang diam. Tidak ada satu kata pun darinya yang dicatat. Akibatnya, kisah Yusuf sering kali harus dipoles atau malah menjadi subjek rekaan kita. Kita ingin tahu lebih banyak. Namun mungkin ketidakterlibatan Yusuf justru adalah hal yang Tuhan ingin kita ingat.

Peran paling penting dari pria ini justru adalah kekurang-pentingannya. Kurang terlibatnya Yusuf justru merangkum prinsip utama Injil: Keselamatan hanya milik Allah. Kisah Yusuf mengingatkan bahwa kita bukanlah pemimpin orkestrasi penyelamatan kita sendiri. Malaikat itu tidak memberi tahu Yusuf, “Inilah yang Tuhan inginkan, jadi sekarang lakukanlah.” Malaikat itu berkata, pada dasarnya, “Inilah yang telah Tuhan kerjakan, dan inilah cara menerima kebenaran itu.”

Dapat dimengerti jika Yusuf membenci hidupnya yang tidak berlangsung seperti yang dia harapkan. Akan tetapi, alih-alih berfokus pada segala hal yang harus ia lepaskan, Yusuf justru memberikan ruang untuk kenyataan yang lebih besar: Anak ini adalah Anak yang Dijanjikan, kunci penebusan Allah atas seluruh dunia. Dan jika Yesus benar-benar kabar baik bagi semua orang, itu pun termasuk untuk dia. Rencana yang lebih besar bagi umat manusia juga berarti keselamatan baginya secara pribadi.

Jadi, sangatlah layak untuk dicatat bahwa keheningan Yusuf dipecahkan dengan satu kata. Dia tidak dikutip secara langsung, tetapi kita diberitahu bahwa dia mengucapkannya, dan kata itu adalah Yesus. Hanya Yusuf yang mendapat kehormatan memberi nama kepada Anak itu, nama yang berarti “Tuhan menyelamatkan.”

Matius menghubungkan nama ini dengan teks dalam Yesaya yang mengidentifikasi Mesias sebagai Imanuel—Allah beserta kita. Yesus dan Imanuel sebenarnya adalah nama yang dapat dipertukarkan; Kehadiran Allah memungkinkan keselamatan kita, dan keselamatan kita memungkinkan kita untuk berdiri di hadirat-Nya.

Untuk diberi tahu tentang terjemahan baru dalam Bahasa Indonesia, ikuti kami melalui email, Facebook, Twitter, atau Telegram.

Bagi Yusuf, menetapkan nama ini lebih dari sekadar mengikuti perintah malaikat. Ini adalah sebuah deklarasi. Pria yang biasanya tidak mengatakan apa-apa, berbicara dengan keras di sini. Dalam ketidakberdayaannya, ketika dunianya menyimpang, respons Yusuf adalah Yesus. Tuhan menyelamatkan.

Seiring dengan tersingkapnya berbagai peristiwa, di mana ia hanya memiliki kendali yang sedikit, Yusuf justru dapat mengalami sendiri perkataan sang nabi: Imanuel. Tuhan besertaku. Dan ketika dia akan segera menghadapi bahaya sedemikian rupa sehingga ia dan keluarganya harus melarikan diri untuk menyelamatkan hidup mereka, Yusuf membawa kebenaran ini dalam pelukannya. Yesus. Tuhan menyelamatkan. Imanuel. Tuhan beserta kita.

Meskipun hanya kecil ruang yang diberikan bagi Yusuf dalam narasi kelahiran Yesus, namun mungkin itu hal yang baik. Melalui Yusuf, kita dapat melihat betapa kecil kita dan mengingat bahwa keselamatan adalah milik Juruselamat yang menyertai kita sampai akhir.

J.D. Peabody menggembalakan gereja New Day Church in Federal Way, Washington, dan merupakan penulis Perfectly Suited: The Armor of God for the Anxious Mind.

Bacalah Matius 1:18–25.
Terkait tindakan Yusuf untuk memberi nama kepada Yesus, bagaimanakah hal ini berbicara secara pribadi kepada Anda? Menurut Anda apa arti nama ini bagi Yusuf saat dia merawat bayi Yesus?

Diterjemahkan oleh David A. Aden.

Our Latest

Ketika Identitas menjadi Pemberhalaan

Justin Giboney

Teologi-teologi yang memanjakan dan mengutamakan identitas kelompok tertentu bukanlah teologi yang benar. Teologi-teologi semacam itu menggeser Kristus dan merendahkan sesama kita.

 

Kelalaian Besar dalam Menjalankan Amanat Agung

Dengan jadwal yang padat, kelompok kecil yang penuh obrolan, dan saat teduh yang dipersonalisasi, kita telah mengabaikan kedisiplinan dalam mempelajari Alkitab.

Keteguhan Hati Kristus

Darrell L. Bock

Hal yang dapat kita pelajari dari penangkapan dan pengadilan Yesus tentang menghadapi penolakan.

Hamba yang Menderita Hanya Dapat Dipahami dalam Konteks Tritunggal

Doktrin Kristen yang historis dapat menolong kita untuk melihat kebaikan Allah dalam peristiwa Jumat Agung

Minyak Narwastu Maria Menuntun Kita kepada Salib

John D. Witvliet

Tindakannya yang luar biasa itu menjadi teladan pengabdian yang sepenuh hati.

News

Wafat: Chuck Norris, Ikon Maskulinitas Amerika yang Kembali kepada Iman

Cody Benjamin

Bintang film laga ini melambangkan citra pertarungan yang jelas antara pihak yang baik dan jahat.

Kehancuran Tidak Memiliki Kata Terakhir

Cory Wilson

Kebangkitan adalah pernyataan bahwa kematian tidak dapat menahan Yesus karena memang kematian tidak mampu menahan-Nya.

Laetare!

Jonathan Pennington

Tema menemukan sukacita sekalipun di tengah dukacita berada di inti dari visi Kristen tentang kehidupan.

addApple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseellipseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squarefolderGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastprintremoveRSSRSSSaveSavesaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube