Yesus Layak Memperoleh Semua Perhatian

Renungan Adven, 30 November 2022.

Christianity Today November 30, 2022
Stephen Crotts

Minggu 1: Allah yang Perkasa


Bayi yang dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di palungan adalah Sang Pencipta yang mulia dan Pemelihara segala sesuatu. Kita mendengar tentang kuasa dan keperkasaan-Nya dalam ajaran Yohanes Pembaptis. Kita menantikan kedatangan-Nya kembali seperti yang dijanjikan dan puncak pemerintahan-Nya. Yesus adalah Allah yang Perkasa.

Baca Yohanes 1:19–34 dan 3:22–30

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Yohanes 3:30

"Ia harus makin bertambah, tetapi aku harus makin berkurang” (KJV). Saya ingat pernah mendengar ayat ini saat saya masih kecil dan membayangkan Yesus tumbuh semakin besar sementara Yohanes Pembaptis menyusut! Konteks pernyataan Yohanes memperjelas maksudnya: Para murid Yohanes telah memberitahu dia bahwa “semua orang pergi” kepada Yesus, jadi Yohanes menyatakan, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”

Pelayanan Yohanes dimulai sebelum Yesus memulai pelayanannya, jadi Yohanes menyaksikan jumlah pengikut Yesus tumbuh dari nol menjadi lebih banyak daripada yang dimiliki Yohanes. Ini bisa saja menjadi hal yang menyedihkan, karena “orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem” telah pergi ke padang gurun untuk menemui Yohanes (Mrk. 1:5).

Meski demikian, Injil Yohanes secara konsisten menggambarkan Yohanes Pembaptis hanyalah sebagai saksi—seseorang yang memberikan kesaksian tentang identitas dan kebesaran Yesus. Setiap bagian dari dua perikop hari ini menunjukkan penjelasan Yohanes tentang siapa dirinya dan yang bukan, atau siapa Yesus. Ketika para pemimpin Yahudi dari Yerusalem menanyai Yohanes tentang identitasnya, ia mengaku bahwa dirinya bukanlah Mesias. Ia hanya sedang mempersiapkan jalan bagi Kristus. Ya, ia memiliki pelayanan pembaptisan air, tetapi statusnya jauh lebih rendah daripada Dia yang akan datang. Yohanes menunjuk Yesus sebagai Anak domba Allah yang dikurbankan, yang akan menghapus dosa dunia, dan yang akan membaptis orang dengan kuasa Roh Kudus.

Kemudian, ketika para pengikut Yesus telah melampaui jumlah pengikut Yohanes, ia pun menegaskan bahwa hal ini adalah benar-benar tepat. Yohanes menyamakan dirinya dengan sahabat mempelai laki-laki dalam sebuah pernikahan, di mana Yesus adalah sang mempelai laki-laki. Analogi Yohanes dalam 3:29 sangat jelas terlihat, khususnya ketika kita memahami konteks budayanya. Adat Yahudi kuno meminta sahabat mempelai laki-laki untuk menunggu di luar kamar saat kedua mempelai menyempurnakan pernikahan mereka dengan bersetubuh. Secara tradisional, mempelai laki-laki akan berteriak kegirangan untuk mengonfirmasi keintiman perkawinannya yang baru, dan sahabat mempelai laki-laki itu akan berbagi kegembiraan tersebut.

Untuk diberi tahu tentang terjemahan baru dalam Bahasa Indonesia, ikuti kami melalui email, Facebook, Twitter, atau Telegram.

Kehidupan Kristen adalah soal tunduk lebih dan lebih lagi kepada Yesus, Allah yang Perkasa. Satu generasi kemudian, Paulus mengatakan dalam Filipi 1:18 bahwa yang penting adalah “bagaimanapun juga, Kristus diberitakan… Tentang hal itu aku bersukacita.”

Saya baru saja pensiun dan perlu mempelajari pelajaran ini lebih dari sebelumnya. Intinya bukanlah menjadi pusat perhatian, melainkan dengan rendah hati membuat Yesus semakin besar. Sayalah yang perlu semakin kecil.

Craig L. Blomberg adalah profesor emeritus Perjanjian Baru yang terkemuka di Denver Seminary dan penulis banyak buku, termasuk tafsiran Matthew dan Interpreting the Perables.

Renungkan Yohanes 1:19–34 dan 3:22–30.


Pikirkanlah apa yang ditunjukkan dari teladan Yohanes Pembaptis kepada kita tentang siapa Yesus! Bagaimana teladan Yohanes dapat membangun kehidupan rohani Anda? Bagaimana Anda bisa “menjadi makin kecil”?

Diterjemahkan oleh Mellie Cynthia.

Our Latest

Ketika Identitas menjadi Pemberhalaan

Justin Giboney

Teologi-teologi yang memanjakan dan mengutamakan identitas kelompok tertentu bukanlah teologi yang benar. Teologi-teologi semacam itu menggeser Kristus dan merendahkan sesama kita.

 

Kelalaian Besar dalam Menjalankan Amanat Agung

Dengan jadwal yang padat, kelompok kecil yang penuh obrolan, dan saat teduh yang dipersonalisasi, kita telah mengabaikan kedisiplinan dalam mempelajari Alkitab.

Keteguhan Hati Kristus

Darrell L. Bock

Hal yang dapat kita pelajari dari penangkapan dan pengadilan Yesus tentang menghadapi penolakan.

Hamba yang Menderita Hanya Dapat Dipahami dalam Konteks Tritunggal

Doktrin Kristen yang historis dapat menolong kita untuk melihat kebaikan Allah dalam peristiwa Jumat Agung

Minyak Narwastu Maria Menuntun Kita kepada Salib

John D. Witvliet

Tindakannya yang luar biasa itu menjadi teladan pengabdian yang sepenuh hati.

News

Wafat: Chuck Norris, Ikon Maskulinitas Amerika yang Kembali kepada Iman

Cody Benjamin

Bintang film laga ini melambangkan citra pertarungan yang jelas antara pihak yang baik dan jahat.

Kehancuran Tidak Memiliki Kata Terakhir

Cory Wilson

Kebangkitan adalah pernyataan bahwa kematian tidak dapat menahan Yesus karena memang kematian tidak mampu menahan-Nya.

Laetare!

Jonathan Pennington

Tema menemukan sukacita sekalipun di tengah dukacita berada di inti dari visi Kristen tentang kehidupan.

addApple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseellipseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squarefolderGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastprintremoveRSSRSSSaveSavesaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube