Terang akan Datang

Renungan Adven, 17 Desember 2021.

Christianity Today December 17, 2021

Untuk mengunduh kumpulan renungan “Berita Injil di Masa Adven,” klik di sini.

Miggu Adven 3: Pengorbanan & Keselamatan


Tuhan berbicara melalui para nabi di Perjanjian Lama, menggunakan kata-kata puitis dan penggambaran, untuk mengutarakan pengharapan akan keselamatan. Minggu ini, kita merenungkan nubuatan-nubuatan yang menunjuk kepada Mesias—sang Hamba, Terang, Pribadi yang dijanjikan Allah dan yang dirindukan oleh umat-Nya.

Baca Yesaya 8:23-9:1

Saya tidak akan bisa segera melupakan obrolan pesan singkat saya baru-baru ini dengan seorang teman dari luar kota. Saat itu ia sedang mengurus hal-hal yang terkait wisatanya ke New York. Lalu saya menanyakan tentang rencana perjalanannya. Ia membalas melalui pesannya: “perhentian pertama adalah ke tempat memorial 9/11.” Membaca kata-kata itu membuat saya langsung merenung tanpa saya sadari.

Tahukah Anda, meski saya orang asli New York, saya belum pernah pergi ke tempat memorial 9/11. Bukan karena saya tidak tahu jalan menuju ke sana. Hanya saja… itu sebuah tempat yang suram. Saya harus menghadapi kesuraman di hari itu (9/11) dan diingatkan akan manifestasi kegelapan yang terus berlanjut dan menjalar di dunia kita—perang, rasisme, kehilangan, dan kerapuhan hidup. Terlalu banyak kesuraman.

Namun, dengan semua kegelapan yang ada di depan kita, Adven menempatkan dunia kita dalam sebuah kisah yang lebih besar dan penuh harapan. Inilah kisah tentang terang Tuhan yang begitu kuat di antara umat-Nya. Terang yang menerangi kegelapan, baik secara individu maupun kolektif, yang kita alami dan saksikan. Ini terang yang menyembuhkan.

Masa Adven mengundang kita masuk ke dalam doa yang penuh dengan pengharapan, sebuah penantian yang kudus, suatu perenungan yang khusuk. Apa yang kita tunggu?

Terang yang cemerlang. Terang Tuhan.

Yesaya menyatakan bahwa terang yang besar akan datang—kedatangannya dari sumber yang tidak terduga. Jalan masuknya adalah melalui seorang Anak, sang Mesias. Terang ini tidak dapat ditemukan di dalam kekuatan politik baru, atau dalam gerakan budaya. Terang ini tidak terletak pada ideologi tertentu, melainkan ditemukan melalui Tuhan yang hidup dalam rupa manusia. Ini merupakan tema penting dalam Alkitab, yang diangkat oleh Yohanes, sang penulis Injil. Dalam tulisan Yohanes, terang yang sudah datang itu bukanlah radiasi elektromagnetik impersonal. Ini adalah kebenaran yang mengejutkan tentang manifestasi pribadi dari diri Allah sendiri di dalam Yesus Kristus. Yesus adalah terang yang bercahaya di dalam kegelapan, dan kegelapan itu tidak menguasainya (1:5).

Melalui nubuatnya, Yesaya berbicara tentang hari yang akan datang—hari yang telah datang di dalam Yesus. Namun kita juga menantikan hari lainnya ketika kegelapan akan sepenuhnya dan akhirnya dikalahkan. Inilah janji di masa ini.

Adven mengingatkan kita bahwa betapa pun gelapnya hari itu, terang telah datang, dan terang sedang datang. Jadi bergembiralah! Kegelapan yang Anda rasakan hari ini bukanlah akhir dari segalanya. Begitu juga dengan kesedihan, ketidakpastian, dan keputusasaan.

Seperti yang pernah dikatakan Wendell Berry, “Semakin gelap dan semakin gelap dan semakin gelap, dan kemudian Yesus lahir.”

Rich Villodas adalah gembala jemaat di New Life Fellowship, Queens, New York. Ia penulis buku The Deeply Formed Life: Five Transformative Habits to Root Us in the Way of Jesus.

Renungkan Yesaya 8:23-9:1.
(Opsi: Baca juga Matius 4:12–17 dan Yohanes 1:1–5.)


Kegelapan apa yang ada di dunia ini atau di hidup Anda yang terkadang sulit dihadapi?
Bagaimana janji Yesaya ini menguatkan Anda?
Bagaimana cara Yesus—sang Terang itu—mengalahkan kegelapan di dalam hidup Anda?

Diterjemahkan oleh: Helen Emely

Our Latest

Di Mana Hatimu Berada, Di Situ Juga Kebiasaanmu Berada

Elise Brandon

Kita tidak akan mau berubah sampai kita tahu mengapa kita perlu melakukannya dan apa yang menjadi tujuan kita.

Memberi Berasal dari Allah

Sam Storms

Pelayanan memberi membangkitkan rasa syukur kepada Allah karena sumbernya berakar pada anugerah-Nya.

Rencanakan Pembacaan Alkitab Tahun Ini untuk Mengejar Ketekunan, Bukan Kecepatan

J. L. Gerhardt

Rencana membaca Alkitab selama dua belas bulan dari Kejadian-Wahyu memang populer, tetapi kebanyakan orang Kristen akan bertumbuh lebih dekat dengan Allah dan Firman-Nya jika membaca lebih perlahan.

News

50 Negara Paling Berbahaya bagi Orang Kristen di Tahun 2026

Dari Suriah hingga Sudan, orang-orang percaya di seluruh dunia menghadapi penindasan dan penganiayaan yang semakin meningkat.

News

Philip Yancey Mengaku Selingkuh, Mundur dari Pelayanan

Philip Yancey mengatakan bahwa ia akan pensiun dari pelayanan sebagai pembicara dan menulis serta berdukacita atas “kehancuran yang telah saya sebabkan.”

Apple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squareGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastRSSRSSSaveSaveSaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube