Sang Putra yang Bangkit

Renungan Adven, 7 Desember 2021.

Christianity Today December 7, 2021

Untuk mengunduh kumpulan renungan “Berita Injil di Masa Adven,” klik di sini.

Minggu Adven 2: Dosa & Penebusan


Yohanes Pembaptis memiliki peran yang krusial dalam mempersiapkan orang-orang menyambut sang Mesias. Minggu ini, kita memikirkan apa yang Kitab Suci katakan tentang tujuan Yohanes. Kita merenungkan bagaimana pengajaran-pengajarannya tentang dosa dan pertobatan dapat menyentuh kehidupan pemuridan kristiani kita.

Baca Lukas 1:67–79

Dalam kebaktian doa pagi setiap hari di gereja saya, kami berdoa memakai kata-kata dari nyanyian Zakharia. Seiring dimulainya hari baru, kami mengucapkan atau menyanyikan: “Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera” (ay. 78-79).

Siapapun yang pernah bersusah payah bangun pagi dan mendaki ke bukit atau naik ke menara untuk melihat matahari terbit, akan tahu betapa mudahnya memakai gambaran matahari terbit sebagai metafora untuk pengharapan. Terbitnya mentari seakan berkata, “Apapun yang terjadi kemarin, hari ini adalah hari dengan segala kemungkinan baru. Ada kehidupan di balik kegelapan dan kedamaian di balik perselisihan.”

Mungkin penggunaan yang paling terkenal dari metafora itu berasal dari nabi Maleakhi di Perjanjian Lama, yang menggambarkan matahari sebagai burung pembawa damai, yang terbang menaburkan rahmat atas orang-orang yang memandangnya. Dalam parafrase yang mengesankan dari Eugene Peterson, Maleakhi 4:2 tertulis, “Bagimu, matahari terbit! Surya kebenaran akan terbit atas mereka yang memuliakan nama-Ku, kesembuhan memancar dari sayapnya” (MSG).

Ketika kami mengucapkan kata-kata ini setiap pagi, kami berharap agar hangatnya sinar mentari mengingatkan kita akan terang Tuhan yang bercahaya di dalam hati kita dengan anugerah baru untuk hari esok (2Kor. 4:6).

Namun, ada satu hal yang membuat saya agak tidak nyaman ketika berdoa dengan nyanyian Zakharia. Hal itu terkait simbol matahari terbit yang agak abstrak dan dapat dikenali secara universal. Simbol itu dipakai berdampingan dengan referensi yang sangat konkret tentang seorang anak dalam sejarah: sepupu Yesus, yang kita kenal sebagai Yohanes Pembaptis.

“Dan engkau, hai anakku,” nyanyi Zakharia, beralih dari sebuah gambaran yang begitu megahnya lalu berfokus pada satu orang secara spesifik, “akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya” (Luk. 1:76).

Saya jadi memikirkan makna hal ini bagi kehidupan doa saya. Artinya semua pembicaraan yang indah tetapi agak kurang konkret tentang cahaya ilahi, kesembuhan, kedamaian, dan sebagainya benar-benar difokuskan pada peristiwa-peristiwa seputar satu orang nabi Israel dari abad pertama. Nabi tersebut suatu hari kelak akan mengalihkan fokus dari dirinya sendiri dan menyatakan tentang Yesus: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yoh. 1:29). Matahari dimaksudkan untuk mengingatkan kita akan pengharapan, ya benar—tetapi khususnya, pengharapan dari Sang Putra itu sendiri.

Wesley Hill adalah seorang imam di Trinity Episcopal Cathedral, Pittsburgh, Pennsylvania, dan seorang lektor kepala Perjanjian Baru di Western Theological Seminary di Holland, Michigan.

Renungkan Lukas 1:67–79.


Apa yang menarik perhatian Anda dalam nubuat Zakharia?
Apa yang ditekankan nyanyian ini tentang Allah?
Tentang umat manusia?
Tentang tujuan Yohanes dan rencana Allah?

Diterjemahkan oleh: Ivan K. Santoso

Our Latest

Di Mana Hatimu Berada, Di Situ Juga Kebiasaanmu Berada

Elise Brandon

Kita tidak akan mau berubah sampai kita tahu mengapa kita perlu melakukannya dan apa yang menjadi tujuan kita.

Memberi Berasal dari Allah

Sam Storms

Pelayanan memberi membangkitkan rasa syukur kepada Allah karena sumbernya berakar pada anugerah-Nya.

Rencanakan Pembacaan Alkitab Tahun Ini untuk Mengejar Ketekunan, Bukan Kecepatan

J. L. Gerhardt

Rencana membaca Alkitab selama dua belas bulan dari Kejadian-Wahyu memang populer, tetapi kebanyakan orang Kristen akan bertumbuh lebih dekat dengan Allah dan Firman-Nya jika membaca lebih perlahan.

News

50 Negara Paling Berbahaya bagi Orang Kristen di Tahun 2026

Dari Suriah hingga Sudan, orang-orang percaya di seluruh dunia menghadapi penindasan dan penganiayaan yang semakin meningkat.

News

Philip Yancey Mengaku Selingkuh, Mundur dari Pelayanan

Philip Yancey mengatakan bahwa ia akan pensiun dari pelayanan sebagai pembicara dan menulis serta berdukacita atas “kehancuran yang telah saya sebabkan.”

Apple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squareGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastRSSRSSSaveSaveSaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube