Berjaga-jaga dan Berdoa

Renungan Adven, 29 November 2021.

Christianity Today November 29, 2021

Untuk mengunduh kumpulan renungan “Berita Injil di Masa Adven,” klik di sini.

Minggu Adven 1: Kembalinya Kristus dan Permerintahan Kekal


Minggu ini, kita berfokus pada Kedatangan Kristus yang kedua kalinya: pengharapan kita yang pasti akan kembalinya Kristus. Kita menggali gambaran Kitab Suci tentang kuasa Kristus dan penghakiman yang adil, serta masa depan gemilang yang kita nantikan bersama Tuhan dalam ciptaan baru.

Baca Lukas 21:25–36

Kedatangan Yesus yang Kedua akan benar-benar kentara. Seluruh ciptaan, dari langit sampai ke lautan yang bergelora, akan bergejolak hebat; semua orang di dunia akan melihat dan putus asa. Sungguh tidak akan ada tempat untuk bersembunyi, tidak ada tempat untuk melarikan diri dari Dia yang akan datang untuk membawa keadilan. Tidak ada tempat, kecuali di dalam Dia yang datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Sementara bangsa-bangsa akan menderita, para pengikut Yesus diberitahu untuk tidak merunduk dan bersembunyi, tetapi untuk berdiri dan mengangkat kepala mereka. Karena hidup mereka tersembunyi di dalam Kristus yang duduk di surga, mereka tidak perlu takut ketika Dia kembali ke bumi.

Yesus ingin para murid-Nya mengerti bahwa peristiwa ini akan datang dengan cepat dan pasti. Ada perdebatan besar tentang siapa “angkatan ini” (Luk. 21:32). Mungkin ini merujuk pada pendengar Yesus saat itu, yang bagi mereka kejatuhan Yerusalem akan menjadi tanda dan contoh dari akhir yang akan datang. Mungkin ini berarti generasi yang akan melihat tanda-tanda kedatangan-Nya. Artinya, kedatangan Kristus kembali akan terjadi tidak lama setelah pohon-pohon bertunas secara metaforis. Namun, apa pun itu, Yesus berjanji bahwa peristiwa tersebut lebih kukuh daripada dunia itu sendiri.

Apa yang harus dilakukan para murid sementara dalam penantian? Kita yang dari latar belakang gereja tertentu mungkin mengharapkan panggilan untuk menginjili dan memuridkan orang lain karena orang-orang harus tahu tentang bencana yang akan datang ini. Dan ya, kita harus. Kita yang dari latar belakang gereja lainnya mungkin mengharapkan panggilan untuk mempraktikkan keadilan karena kita dipanggil untuk mengasihi semua yang Tuhan kasihi dan membenci segala yang Dia benci. Dan ya, kita harus.

Namun, dalam momen spesifik di Lukas 21 ini, Yesus memanggil para murid-Nya untuk berhati-hati, berjaga-jaga. Sebuah perangkap pegas (seperti jebakan tikus) memberi gambaran yang sesuai tentang akhir yang tiba-tiba dan ganas ini. Siapa yang begitu arogan untuk menganggap bahwa mereka akan lolos? Godaan duniawi untuk berpesta liar atau ketakutan yang tidak semestinya adalah contoh bagaimana hati manusia bisa terbebani. Dan hidup kita yang berat, ditambah lagi dengan membawa beban berat, membuat kita tidak bisa dengan cepat menghindar dari akhir yang tiba-tiba dan ganas itu.

Baik pelarian maupun kekhawatiran tidak dapat memberi apa yang dijanjikan. Pelarian tidak membuat kenyataan pergi; kekhawatiran tidak benar-benar mempersiapkan kita. Yesus memanggil kita untuk berjaga-jaga dan berdoa, untuk memperhatikan sungguh-sungguh, dan sepenuhnya bergantung kepada Tuhan yang benar-benar akan datang. Yesus ingin para murid-Nya mampu berdiri di hadapan-Nya saat itu; dan Ia akan menjawab doa itu.

Rachel Gilson melayani dalam tim kepemimpinan Cru untuk pengembangan teologi dan budaya. Ia adalah penulis buku Born Again This Way: Coming Out, Coming to Faith, and What Comes Next.

Renungkan Lukas 21:25–36.


Emosi atau reaksi apa dalam diri Anda yang dibangkitkan oleh perikop?
Bagaimana hal itu menegur atau menginspirasi Anda?
Apa yang ditekankan perikop ini tentang Yesus dan Injil?
Mintalah Yesus menolong Anda menaati panggilan-Nya untuk berjaga-jaga dan berdoa.

Diterjemahkan oleh: Denny Pranolo

Our Latest

Hamba yang Menderita Hanya Dapat Dipahami dalam Konteks Tritunggal

Doktrin Kristen yang historis dapat menolong kita untuk melihat kebaikan Allah dalam peristiwa Jumat Agung

Minyak Narwastu Maria Menuntun Kita kepada Salib

John D. Witvliet

Tindakannya yang luar biasa itu menjadi teladan pengabdian yang sepenuh hati.

News

Wafat: Chuck Norris, Ikon Maskulinitas Amerika yang Kembali kepada Iman

Cody Benjamin

Bintang film laga ini melambangkan citra pertarungan yang jelas antara pihak yang baik dan jahat.

Kehancuran Tidak Memiliki Kata Terakhir

Cory Wilson

Kebangkitan adalah pernyataan bahwa kematian tidak dapat menahan Yesus karena memang kematian tidak mampu menahan-Nya.

Laetare!

Jonathan Pennington

Tema menemukan sukacita sekalipun di tengah dukacita berada di inti dari visi Kristen tentang kehidupan.

Salib di Zaman ‘Kekacauan Spiritual’

J. D. Peabody

Karya teolog abad ke-20, P.T. Forsyth, mengingatkan umat Kristen saat ini untuk menempatkan salib di depan dan dunia di belakang.

Kasih yang Tak Akan Melepaskan

Simon Chan

Maria Magdalena berpegang teguh pada Kristus yang bangkit dan pergi untuk bersaksi.

Kita Bukan Kuda Pekerja

Xiaoli Yang

Dalam budaya yang menjunjung tinggi kekuasaan, Amsal 21:31 mengubah makna kekuatan dan kemenangan bagi orang Kristen Tionghoa.

Apple PodcastsDown ArrowDown ArrowDown Arrowarrow_left_altLeft ArrowLeft ArrowRight ArrowRight ArrowRight Arrowarrow_up_altUp ArrowUp ArrowAvailable at Amazoncaret-downCloseCloseEmailEmailExpandExpandExternalExternalFacebookfacebook-squareGiftGiftGooglegoogleGoogle KeephamburgerInstagraminstagram-squareLinkLinklinkedin-squareListenListenListenChristianity TodayCT Creative Studio Logologo_orgMegaphoneMenuMenupausePinterestPlayPlayPocketPodcastprintRSSRSSSaveSaveSaveSearchSearchsearchSpotifyStitcherTelegramTable of ContentsTable of Contentstwitter-squareWhatsAppXYouTubeYouTube